Saturday, 13-06-2026
  • Berbekal Pengalaman mengelola Lembaga pendidikan di Cipondoh dari tingkat TK-SD-SMP-SMA kini YPI THI hadir di Sepatan dengan 2 unit baru yaitu SDIT MOTHI dan SMPIT HATHI

Editorial

Diterbitkan :

Akhlak merupakan kerangka dasar ajaran Islam yang memiliki kedudukan sangat penting, dilandasi aqidah dan tiang syari’ah ibadah. Rasulullah Saw mengisyaratkan bahwa kehadirannya di muka bumi ini membawa misi pokok, yaitu; menyempurnakan akhlak manusia yang mulia. Berbagai perilaku destruktif, seperti premature immoralities, alkoholisme, seks bebas, narkoba, aborsi sebagai penyakit sosial yang harus diperangi secara bersama-sama. Dalam menghadapi berbagai permasalahan tersebut, Nabi Muhammad saw mengingatkan bahwa Al-Qur’an mampu menjadi problem solver. Al-Qur’an  sebagai kitab suci dan   petunjuk, pegangan hidup dan penuntun arah bagi kaum muslimin   dalam   menjalani   kehidupannya. Al-Qur’an sumber utama sukses dunia dan akhirat. Ketika muslim mempelajari Al-Qur’an sesuai dengan kemampuannya dan semakin mendalaminya maka semakin baik kemampuannya dalam memahami agama ini. Berdasarkan inilah para ulama saling mempelajari Al-Qur’an sebagai dasar utama yang harus ditempuh sebelum mempelajari ilmu yang lain.

Islam sangat memperhatikan masalah  akhlak  bahkan  bagian  tak terpisahkan  daripada  aqidah dan syari’ah dalam kehidupan. Pendekatan  Islam  dalam  menumbuh  kembangkan  nilai-nilai akhlak banyak mengaitkan dengan aqidah atau iman serta syari’ah ibadah. Kuat atau lemahnya iman dan ibadah seseorang dapat diukur dan diketahui  dari  perilaku  akhlaknya. Iman  yang  kuat  akan  mewujudkan akhlak  yang  baik  dan  mulia,  sedangkan  iman  yang  lemah  akan  melahirkan akhlak yang buruk dan keji. Akhlak dalam perpsektif Islam bukan hanya  pemikiran  dan  tidak berarti  lepas  dari  realitas  hidup,  melainkan  persoalan  yang  terkait  dengan akal, ruh, hati, jiwa, realitas, dan tujuan yang  digariskan oleh akhlak quraniyah/akhlak mulia. Akhlak mulia merupakan sistem perilaku yang diwajibkan agama Islam yang dapat dikembangkan melalui proses pendidikan. 

Pendidikan karakter (bagian dari akhlak) menurut Al-Qur’an bukan hanya sekedar mengajarkan atau memberikan pengetahuan tentang baik dan buruk, melainkan membiasakan, menyontohkan, melatihkan, menanamkan, dan mendarahdagingkan sifat-sifat yang baik, dan menjauhi perbuatan yang buruk. Pendidikan karakter dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi adalah pendidikan pembiasaan, pendarahdagingan, praktik, internalisasi dan transformasi nilai-nilai yang baik kedalam diri seseorang. Proses pembentukkan karakter menurut Al-Qur’an diantaranya adalah adanya pengenalan, pemahaman, penerapan, pembiasaan, pembudayaan, internalisasi menjadi karakter. Melalui pendidikan karakter berbasis alquran-assunnah ini diharapkan dapat dilahirkan manusia yang memiliki pribadi islam; taat kepada Allah swt dan rasul, melaksanakan ibadah dan berakhlak mulia, serta cerdas dan bermanfaat; bagi diri sendiri, manusia, masyarakat, bangsa dan Negara.

Upaya dalam menumbuhkan kesadaran bagi umat Islam, khususnya siswa untuk dapat belajar Al-Qur’an dan As-sunnah menjadi persoalan yang tidak mudah. Melihat kenyataan yang ada, meskipun pendidikan yang ada di Indonesia memasukan muatan Pendidikan Agama Islam sebagai salah satu mata pelajaran utama. Namun, sangat disayangkan kemampuan siswa dalam membaca maupun menghafal Al-Qur’an dan As-sunnah masih sangat kurang apalagi orang tua kurang memperhatikan hal tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu lembaga pendidikan untuk membimbing dan memberikan Pendidikan akhlak berbasis Al-Qur’an-Assunnah kepada siswa, agar nantinya siswa tersebut memiliki akhlak mulia.  

Penulis : admin

Tulisan Lainnya

Recent Posts

    Recent Comments

    No comments to show.

    Archives

    No archives to show.

    Categories

    • No categories