Akhlak merupakan kerangka dasar ajaran Islam yang memiliki kedudukan sangat penting, dilandasi aqidah dan tiang syari’ah ibadah. Rasulullah Saw mengisyaratkan bahwa kehadirannya di muka bumi ini membawa misi pokok, yaitu; menyempurnakan akhlak manusia yang mulia. Berbagai perilaku destruktif, seperti premature immoralities, alkoholisme, seks bebas, narkoba, aborsi sebagai penyakit sosial yang harus diperangi secara bersama-sama. Dalam menghadapi berbagai permasalahan tersebut, Nabi Muhammad saw mengingatkan bahwa Al-Qur’an mampu menjadi problem solver. Al-Qur’an sebagai kitab suci dan petunjuk, pegangan hidup dan penuntun arah bagi kaum muslimin dalam menjalani kehidupannya. Al-Qur’an sumber utama sukses dunia dan akhirat. Ketika muslim mempelajari Al-Qur’an sesuai dengan kemampuannya dan semakin mendalaminya maka semakin baik kemampuannya dalam memahami agama ini. Berdasarkan inilah para ulama saling mempelajari Al-Qur’an sebagai dasar utama yang harus ditempuh sebelum mempelajari ilmu yang lain.
Islam sangat memperhatikan masalah akhlak bahkan bagian tak terpisahkan daripada aqidah dan syari’ah dalam kehidupan. Pendekatan Islam dalam menumbuh kembangkan nilai-nilai akhlak banyak mengaitkan dengan aqidah atau iman serta syari’ah ibadah. Kuat atau lemahnya iman dan ibadah seseorang dapat diukur dan diketahui dari perilaku akhlaknya. Iman yang kuat akan mewujudkan akhlak yang baik dan mulia, sedangkan iman yang lemah akan melahirkan akhlak yang buruk dan keji. Akhlak dalam perpsektif Islam bukan hanya pemikiran dan tidak berarti lepas dari realitas hidup, melainkan persoalan yang terkait dengan akal, ruh, hati, jiwa, realitas, dan tujuan yang digariskan oleh akhlak quraniyah/akhlak mulia. Akhlak mulia merupakan sistem perilaku yang diwajibkan agama Islam yang dapat dikembangkan melalui proses pendidikan.
Pendidikan karakter (bagian dari akhlak) menurut Al-Qur’an bukan hanya sekedar mengajarkan atau memberikan pengetahuan tentang baik dan buruk, melainkan membiasakan, menyontohkan, melatihkan, menanamkan, dan mendarahdagingkan sifat-sifat yang baik, dan menjauhi perbuatan yang buruk. Pendidikan karakter dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi adalah pendidikan pembiasaan, pendarahdagingan, praktik, internalisasi dan transformasi nilai-nilai yang baik kedalam diri seseorang. Proses pembentukkan karakter menurut Al-Qur’an diantaranya adalah adanya pengenalan, pemahaman, penerapan, pembiasaan, pembudayaan, internalisasi menjadi karakter. Melalui pendidikan karakter berbasis alquran-assunnah ini diharapkan dapat dilahirkan manusia yang memiliki pribadi islam; taat kepada Allah swt dan rasul, melaksanakan ibadah dan berakhlak mulia, serta cerdas dan bermanfaat; bagi diri sendiri, manusia, masyarakat, bangsa dan Negara.
Upaya dalam menumbuhkan kesadaran bagi umat Islam, khususnya siswa untuk dapat belajar Al-Qur’an dan As-sunnah menjadi persoalan yang tidak mudah. Melihat kenyataan yang ada, meskipun pendidikan yang ada di Indonesia memasukan muatan Pendidikan Agama Islam sebagai salah satu mata pelajaran utama. Namun, sangat disayangkan kemampuan siswa dalam membaca maupun menghafal Al-Qur’an dan As-sunnah masih sangat kurang apalagi orang tua kurang memperhatikan hal tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu lembaga pendidikan untuk membimbing dan memberikan Pendidikan akhlak berbasis Al-Qur’an-Assunnah kepada siswa, agar nantinya siswa tersebut memiliki akhlak mulia.
